Saturday, January 9, 2016

Dunia itu semu by KH Mukhlisun

🌎DUNIA ITU SEMU (kyai Muchlisun)

Manusia baru bisa merasakan beberapa hal hanya jika ia pernah mengalami beberapa hal

🍀 Waktu muda di saat tua.
Ketika waktu muda manusia selalu mendambakan masa depan. Ingin menjadi apa nanti..? namun setelah tua barulah terasa bahwa masa depan itu tidaklah berarti apa2 bahkan banyak manusia tidak mengalami masa depan (karena mati muda). setelah tua barulah merasa bahwa masa depan dulu yang didambakan tidak lagi berarti apa2.. karena setelah tua yang dipikirkan adalah masa depan yang pasti yaitu kubur, shirat, mashyar, mizan..

🌾Waktu senggang di saat sibuk.
Manusia baru bisa merasakan bagaimana berharganya waktu senggangnya yakni pada saat ia dalam kesibukan..
Manusia tidak bisa memahami berharganya waktu senggang bilamana ia tidak pernah merasakan kesibukan

🌹Waktu sehat di saat sakit
Manusia baru bisa merasakan nikmat sehat pada saat dirinya sakit. Manusia baru akan bisa merasakan bahwa nikmat sehat itu lebih dari seluruh harta yang dimilikinya yakni pada saat sakit. Pada saat keadaan kritis seluruh harta tidak lah berarti dikorbankan hanya untuk supaya kembali sehat

🍁Waktu hidup di saat mati.
Pada saat setelah kematian barulah manusia merasakan bahwa hidup itu adalah sesuatu kesempatan berharga. Ketika hidup manusia lupa bahwa hidupnya sangat berharga.

Janganlah tertipu dengan dunia karena dunia itu semu dan menipu.

Susah2 sementara di dunia (berjuang di jalan ALLAH) itu tidaklah lama.. namun kesusahan itu akan menjadi kesenangan yang abadi di akhirat..

Namun bersenang2 ketika di dunia (maksiat) walaupun sebentar bisa menjadi bencana di akhirat yang selama2nya

Nilai dunia tidak lebih dari satu helai sayap nyamuk.. sekalipun dikumpulkan sampai berjumlah ribuan kemudian ditaruh diatas dacin timbangan ia sama sekali tidak menggerakkan dacin timbangan.. dan ketika ditiup semua sayap nyamuk pun berhamburan..

Itulah perumpamaan dunia.. ia tidak lebih baik dari sehelai sayap nyamuk di sisi ALLAH..

Ringkasan Bayan Maulana Saad rah.a ijtima Tongi

Maulana Saad al kandahlawi

Pertolongan ghaibiyah dari Allah akan datang bila ummat buat dakwah, tapi bila dakwah ditinggalkan maka nusroh ghaibiyah akan Allah cabut. Karomah mungkin masih ada namun tidak ada nusroh ghaibiyah.

Walaupun hari ini banyak cara-cara baru yang menyampaikan pesan agama namun dengan cara baru ini nusroh ghaibiyah tidak akan datang.

Nabi kirim surat kepada Raja Kisra namun ia merobek surat Nabi maka Nabi katakan dia tidak hanya merobek surat tapi Raja Kisra telah merobek kerjaannya sendiri.
Hari ini orang kafir telah merobek Qur'an namun kerajaan mereka tidak hancur, karena dakwah tidak cara nabi sehingga nusrotullah ghaibiyah tidak datang.

Hari ini orang senang belajar agama dengan duduk mendengar lafaz agama padahal nusrotullah akan datang dengan gerak. Nabi kirim surat beserta utusan yang bergerak maka nusrotullah bersama dengan gerak. Bila pesan agama dikirim melalui e-mail WhatsApp dll dimana orang yang dakwah tidak bergerak maka tidak ada nusrotullah.

Dakwah infirodi face to face ini baru bertabligh karena ada ayat alam tak tikum nazir yang menghendaki gerak.

Demikian juga belajar agama tidak bisa hanya dengan duduk di rumah buka internet namun harus bergerak mencari suasana agama barulah nusroh ghaibiyah dari langit akan datang.

Bahkan sahabat Nabi mendapatkan keperluan mereka sehari-hari dengan nusroh ghaibiyah.

Orang-orang yang menginginkan Karomah seperti para wali dan kita pun ingin nusroh ghaibiyah seperti para sahabat.

Apa yang dimaksud nusroh ghaibiyah ? Bukan sekedar mendapatkan pertolongan zahir tapi apakah mereka mendapatkan kedekatan dengan Allah atau tidak.

Kelahiran Nabi mendatangkan keberkahan  dimana api persia yang disembah telah padam.

Nusrotullah ghaibiyah sebenarnya adalah bagaimana orang semakin hari semakin dekat dengan Allah sebagaimana dalam surat al Fath,  karena inilah tujuan hidup para sahabat yaitu mendekatkan manusia pada Allah.

Mendatangkan nusroh ghaibiyah dengan dakwah ghaibiyah sebagaimana Nabi dalam suatu perjalanan mendakwahi seorang Badui yang meminta saksi kerasulan beliau saw dan keesaan Allah.

Maka Nabi tidak mengambil asbab zahir yaitu sahabat Nabi jadi saksi tetapi menjadikan pohon menjadi saksi. Maka dengan dakwah infirodhi maka Allah turunkan nusroh ghaibiyah kepada Nabi dimana pohon datang membelah bumi dan bersyahadat 3 kali sehingga orang Badui tersebut masuk Islam.

Inilah contoh dengan dakwah infirodhi tujuan tercapai dan nusroh ghaibiyah datang.

Kalau kota memilih dakwah cara Nabi pasti akan datang tantangan. Tapi kalau tidak cara Nabi tidak akan datang tantangan, siksaan dam sebagainya.

Hari ini kesalahan umat terbesar adalah telah merasa berdakwah cara Nabi dapat diganti dengan alat padahal cara Nabi tidak dapat diganti sebagaimana puasa solat dsb tidak dapat diganti.

Karena Nabi ajarkan agama dan usaha atas agama dimana cara agama tidak dapat diganti dan cara usaha agama pun tidak dapat diganti. Keduanya tidak dapat dipisahkan. Nabi perintahkan bukan dengarkan saya tapi lihat saya.

Maka ini penting kita sendiri yang dakwah infirodhi face to face karena ada sunnah gerak yang mendatangkan nusroh ghaibiyah.

Semua Nabi bergerak dimana banyak ayat menceritakan. Kalau dengan alat saja tidak akan diterima hujjah kita oleh Allah di akhirat.

Sebagaimana hari ini membersihkan gigi dengan sikat gigi dan odol tetapi 70 fadhilah bermiswak tidak akan dia dapatkan dengan alat-alat yang lain walaupun memang tujuan kita membersihkan gigi dimana hadits-hadits yang menjelaskan fadhilah itu hanya dengan siwak.

Jibril senantiasa menasehati Nabi untuk bersiwak sampai-sampai Nabi merasa siwak akan difardhukan kepada Nabi. Tanpa siwak solat tetap sah tapi fadhilah-fadhilah siwak tidak akan kita dapatkan.
Kita suka terkesan dengan penemuan-penemuan baru.

Bila kita dakwah dengan alat maka akan bertentangan dengan sunnah Nabi yaitu dakwah infirodhi dimana Nabi mencari dan mendatangi ummat bukan dicari ummat. Maulana Yusuf katakan dakwah infirodhi sangat penting dimana bila ketika orang datang dan kita sedang sibuk dalam amal infirodhi maka batalkan dulu infirodhi kita untuk menemui orang tersebut.

Temui ummat dengan jalan atau gasht namun hati kita terasa berat tetapi kirim pesan agama lewat alat berjam-jam tidak bosan.

Dibandingkan dengan ceramah Nabi lebih banyak bergerak jumpai ummat.

Asbab datang nusroh ghaibiyah kedua:
Apa maksud ijtima' yang dibuat ? Supaya menghilangkan perbedaan-perbedaan dan perasaan lebih dari saudaranya karena rusaknya ummat karena adanya kasta-kasta atau kedudukan.

Pendosa besar dalam dakwah ketika kita hanya mengumpulkan orang dalam jord berdasarkan kalangan-kalangan tertentu sana karena ini sebenarnya menyembelih perasaan ummat saja dimana tujuan ijtima sebenarnya adalah melebur menjadi satu ummat.

Jadi yang menyatukan umat ini sebenarnya adalah iman dan amal saja. Sehingga dalam dakwah tidak ada pertemuan khawas saja, insinyur saja, dimana hari ini perasaan ummat nabi yang satu akan hilang dan muncul kepentingan terhadap tabaqa / kedudukan tertentu yang mendatangkan kebanggaan pada kedudukan tersebut.

Padahal nisbah ummat hanya karena kita ummat Nabi saja ketika orang kaya dan miskin bertemu, orang tua dan anak muda bertemu, kulit hitam dan kulit putih bertemu.

Ushul nya para Nabi adalah bertemu semua orang. Jangan buat pertemuan orang-orang tertentu saja seperti orang kaya saja lalu kita bangga sudah ada orang-orang kaya dalam tabligh dengan mobil ini dan itu sampai-sampai  ditunjuk penanggung jawab orang kaya.

Nabi didatangi oleh Wail bin Hujr yang merupakan putra mahkota dan menyerahkan dia kepada Muawiyah yang waktu itu sangat miskin hingga tidak punya sendal. Dalam perjalanan di padang pasir Muawiyah meminjam sepatu Wail karena panas namun Wail tidak memberikan dan juga tidak membolehkan Muawiyah menaiki kudanya.

Muawiyah tetap sabar dan ketika Muawiyah menjadi khalifah dia tanyakan kepada Wail hebat mana kedudukanku sekarang dengan kuda mu dulu ? Wail pun meminta maaf. Orang lama berkat sabar Allah angkat derajat dan orang baru menyadari kesalahannya.

Wali dengan karomahnya mendatangkan keajaiban namun nusroh Allah tidak datang karena ummat tidak makin dekat kepada Allah.

Nabi tunjuk Bilal untuk jadi muazin untuk merobek kesan kepada kedudukan.
Orang-orang Quraisy minta Nabi dakwahi mereka tapi tidak mau bergabung dengan orang-orang miskin dan Nabi berkeinginan untuk memenuhi keinginan mereka agar orang-orang kaya Quraisy ini masuk Islam.

Maka Nabi katakan kepada sahabat miskin agar tidak usah datang, namun ketika Nabi sedang dakwah pada orang Quraisy yang kaya tersebut maka seorang sahabat miskin dan buta yaitu Abdullah bin Maktum datang ingin ikut mendengar dakwah Nabi namun kebutaannya membuatnya tidak tahu Nabi sedang dakwah pada orang kaya saja. Maka Nabi agak berubah wajahnya melihat kedatangan Abdullah bin Maktum. Maka Nabi perintahkan Ali untuk merobek surat keterangan pertemuan dakwah khusus tersebut.

Baca hayatussahabah agar dakwah kita makin mendekati dakwah nabi dan sahabat. Bersedia semua Insya Allah..

Maka siang hari gerak jumpa ummat dan malam hari tahajud. Inilah 2 hal yang mendatangkan nusroh ghaibiyah yakni dakwah dan ibadah.

Nabi perintahkan seorang sahabat bernama Aktam yang biasa keluar bersama orang-orang kaya agar keluar bersama ajnabi yaitu orang-orang yang tidak kenal dengannya karena akan ada tarbiyah. Ketika keluar dengan orang-orang yang kenal saja maka ia akan selalu dimuliakan sehingga tidak ada tarbiyah.

Perintah Nabi berikan salam pada yang kenal dan tidak dikenal, bila hanya pada yang dikenal saja maka inilah tanda kiamat. Nabi lebih banyak dakwah infirodhi dan mengadakan  ijtima hanya 2 kali yakni ketika ayat ijtimai turun untuk disampaikan kepada orang banyak ataupun ketika takaza pada suatu kaum lalu Nabi utus sahabat untuk sampaikan kepada kaum tersebut.

Maulana Ilyas: datang kemari beberapa hari kemudian gerak, jangan tinggal di sini terus sehingga merusak dakwah karena akan timbul rasa nyaman. Maka datang ke markaz untuk bergerak ke mesjid-mesjid. Kita akan bersatu jika menghidupkan amal mesjid masing-masing  bukan karena adanya markaz. Ilmu dan iman ini di mesjid bukan di markaz dimana setiap mesjid bagaimana supaya ada pelajaran

Semoga nasehat ini bermanfaat buat kita semua

-Ijtima Tongi Bangladesh

Sunday, January 3, 2016

Maulana Ilyas Khandahlawi

Siapa Maulana Ilyas Khandahlawi ?

Perlu diketahui bahawa pemula gerakan Islam terbesar dalam dunia ini dimulakan oleh seorang lelaki dari TIMUR bumi dan berketurunan BANI TAMIM yaitu Maulana Muhammad Ilyas Al-Kandahlawy.

Beliau lahir pada tahun 1303 Hijrah (1886 M) di perkampungan Kandahlah di kawasan Muzhafar Nagar, Uttar Pradesh, India.Ayahnya bernama Syaikh Ismail dan ibunya bernama Shafiyah Al-Hafidzah. Keluarga Maulana Muhammad Ilyas terkenal sebagai gudang ilmu agama dan memiliki sifat warak, semua ahli keluarganya dari keturunannya adalah Ulama dan para Huffaz Al-Quran.

Maulana Muhammad Ilyas Al-Kandhahlawy juga adalah daripada keturunan Hazrat Abu Bakar as-Siddiq r.a, seorang sahabat Rasulullah s.a.w. Maulana Muhammad Ilyas pertama kali belajar agama pada abangnya Syaikh Muhammad Yahya, beliau adalah seorang guru agama di madrasah di kota kelahirannya. Abangnya adalah seorang pengikut mazhab Hanafi dan sahabat daripada seorang ulama dan penulis Islam terkenal, Syaikh Abul Hasan Al-Hasani An-Nadwi yang merupakan seorang pengarah kepada lembaga Dar Al-‘Ulum di Lucknow, India.

Silsilah keturunan Maulana Ilyas Khandahlawi

Maulana Ilyas Khandahlawi mempunyai anak Maulana Muhammad Yusuf Al Khandahlawi dan inilah silsilah keturunan Maulana Yusuf Al Khandahlawi

Silsilah keturunan dari Garis Ayah:

Maulana Muhammad Yusuf anak dari Maulana Muhammad Ilyas anak dari Maulana Muhammad Ismail anak dari Syaikh Ghulam Hussein anak dari Hakim Karim Baksh anak dari Hakim Ghulam Mohiuddin anak dari Maulana Muhammad Sajid anak dari Maulana Muhammad Faiz anak dari Maulana Hakim Muhammad Syarif anak dari Maulana Hakim Muhammad Asyraf anak dari Syaikh Jamal Muhammad Syah anak dari Syaikh Nur Muhammad anak dari Syaikh Bahauddin Syah anak dari Maulana Syaikh Muhammad anak dari Syaikh Muhammad Fadhil anak dari Syaikh Qutb Syah.

Silsilah keturunan dari Garis Ibu:

Ibunya anak dari Maulvi Rauful Hasan anak dari Maulana Zia-ul-Hasan anak dari Maulana Nurul Hasan anak dari Maulana Abul Hasan anak dari Mufti Ilahi Baksh anak dari Maulana Syaikhul Islam anak dari Hakim Qutbuddin anak dari Hakim Abdul Qadir anak dari Maulana Hakim Muhammad Syarif anak dari Maulana Hakim Muhammad Asyraf anak dari Syaikh Jamal Muhammad Syah anak dari Syaikh Nur Muhammad anak dari Syaikh Bahauddin Syah anak dari Maulana Syaikh Muhammad anak dari Syaikh Muhammad Fadhil anak dari Syaikh Qutb Syah.

Garis silsilah keturunan ayah dan ibu dari keluarga Maulana Yusuf bertemu di Hakim Muhammad Syarif. Lalu garis silsilah keluarga keturunan mereka kembali ke Amirul Mukminin Hazrat Abu Bakar Siddiq RA. Kedua keluarga ini tinggal di desa Kandhala dan Jinhjana. Mereka terkenal dengan kereligiusan, keilmuan dan kesalehan.

Maulana Muhammad Yahya belajar membersihkan diri dan menyerap ilmu tasawuf dengan bimbingan Syaikh Rasyid Ganggohi. Hal ini pula yang membuat Maulana Muhammad Ilyas tertarik untuk belajar pada Syaikh Rasyid sebagaimana abangnya. Akhirnya Maulana Ilyas memutuskan untuk belajar agama menyertai abangnya di Gangoh.

Setelah menyelesaikan pelajaran Hadis Syarif, Jami’at Tirmidzi dan Shahih Bukhari, dan dalam jangka waktu empat bulan beliau sudah menyelesaikan Kutubus Sittah (6 kitab Hadis yang Sahih yaitu Bukhari, Muslim, Tirmizi, Abu Daud, Ibn Majah, Nasa’I) .

Tubuhnya yang kurus dan sering terserang sakit semakin membuat beliau bersemangat dalam menuntut ilmu, begitu pula kerisauannya yang bertambah besar terhadap keadaan umat yang jauh daripada syariat Islam.

Besarnya pengorbanan Maulana hanya untuk memajukan pendidikan agama bagi masyarakat Mewat, India tidak mendapatkan perhatian. Bahkan mereka enggan menuntut ilmu dan suka hidup dalam kejahilan, mereka senang hidup dalam keadaan yang sudah mereka jalani selama bertahun-tahun turun temurun.

Beliau melihat bahwa kejahilan, kegelapan dan sekularisme yang melanda negerinya sangat berpengaruh terhadap madrasah-madrasah. Para murid tidak mampu menjunjung nilai-nilai agama sebagaimana yang sepatutnya, sehingga gelombang kejahilan semakin melanda bagaikan gelombang lautan yang meluru deras sehingga ratusan mil membawa mereka hanyut.

Melihat keadaan Mewat yang sangat jahil itu semakin menambah kerisauan beliau akan keadaan umat Islam terutama masyarakat Mewat. Kunjungan-kunjungan dilakukannya bahkan madrasah-madrasah banyak didirikan, tetapi hal itu belum dapat mengatasi masalah yang dihadapi masyarakat Mewat.

Pada tahun 1351 H/1931 M, beliau menunaikan haji ke tanah suci Mekah. Kesempatan tersebut dipergunakannya untuk menemui tokoh-tokoh India yang ada di Arab untuk memperkenalkan usaha dakwah dan dengan harapan agar usaha ini dapat terus dijalankan di tanah Arab.

Keinginannya yang besar menyebabkan beliau berkesempatan menemui Sultan Ibnu Sa’ud yang menjadi raja tanah Arab untuk mengenalkan usaha dakwah seperti Rasulullah mulia yang dibawanya. Selama di tanah Mekah, jamaah bergerak setiap hari dari pagi sampai petang, usaha dakwah terus dilakukan untuk mengajak orang taat kepada perintah Allah dan menegakkan dakwah.

Setelah pulang dari haji tersebut, Maulana mengadakan dua kunjungan ke Mewat, masing-masing disertai jamaah dengan jumlah yang cukup besar, paling sedikit seratus orang. Bahkan di beberapa tempat jumlah itu semakin meningkat. Kunjungan pertama dilakukan selama satu bulan dan kunjungan ke dua dilakukan hanya beberapa hari saja. Dalam kunjungan tersebut beliau selalu membentuk jamaah-jamaah yang dikirimkan ke kampung-kampung untuk berjaulah (berkeliling dari rumah ke rumah seperti yang dilakukan jemaah Tabligh sedunia) untuk menyampaikan pentingnya agama. Beliau sepenuhnya yakin bahwa kejahilan, kelalaian serta hilangnya semangat agama dan jiwa keislaman itulah yang menjadi sumber kerusakan.

Dari Mewat inilah secara beransur-ansur usaha tabligh meluas ke Delhi, Punjab, Khurja, Aligarh, Agra, Bulandshar, Meerut, Panipat, Sonepat, Karnal, Rohtak dan daerah lainnya. Begitu juga di bandar-bandar pelabuhan banyak jamaah yang tinggal dan terus bergerak menuju tempat-tempat yang ditujukan sepeti halnya daerah Asia Barat.

Terbentuknya jamaah ini adalah dengan izin Allah melalui asbab kerisauan Maulana Muhammad Ilyas, tersebarlah jamaah-jamaah yang membawa misi berganda, yaitu islah diri (perbaikan diri sendiri) dan mendakwahkan kebesaran Allah SWT kepada seluruh umat manusia.

Perkembangan jemaah ini semakin hari semakin pesat. Banyak jamaah yang dihantar dari tempat-tempat yang dikunjungi jamaah, kemudian membentuk rombongan jamaah baru sehingga silaturrahim antara kaum muslimin dengan muslim yang lain dapat terwujud. Gerakan jamaah tidak hanya tersebar di India tetapi sedikit demi sedikit telah menyebar ke berbagai negara di seluruh dunia dan Indonesia
Buah fikiran beliau dicurahkan dalam lembar-lembar kertas surat yang dihimpun oleh Maulana Manzoor Nu’mani dengan judul Aur Un Ki Deeni Dawat yang ditujukan kepada para ulama dan seluruh umat Islam yang mengambil usaha dakwah ini.

Karya beliau yang paling nyata adalah beliau telah meninggalkan kerisauan dan fikir atas umat Islam hari ini serta metode kerja dakwahnya yang atas izin Allah SWT telah menyebar ke seluruh pelosok dunia. Orang-orang yang mengetahui keadaan umat, insya-Allah akan mengambil jalan dakwah ini sebagai penawar dan obat hatinya, dan akan menjadi sebab hadirnya hidayah bagi dirinya dan orang lain.

Akhirnya Maulana menghembuskan nafas terakhirnya; beliau pulang ke rahmatullah sebelum azan Subuh. Beliau merupakan seorang pengembara yang mungkin tidak pernah tidur dengan tenang, kini sampai ke tempat tujuannya. Beliau meninggalkan karya-karya tulisan tentang kerisauannya akan keadaan ummat.

Diantara peristiwa yang akan terjadi di akhir jaman yang diberitahukan oleh Rasulullah SAW, adalah kemunculan seorang pemuda Bani Tamim beserta jamaahnya yang akan menyiapkan sebuah landasan yang kuat bagi munculnya seorang pemimpin umat di akhir jaman yaitu Imam Mahdi.

Ibnu Katsir rahimahullahu mengatakan: “Dan orang-orang dari timur mendukung (Al-Mahdi), menolongnya dan menegakkan agamanya, serta mengokohkannya. Bendera mereka berwarna hitam, dan itu merupakan pakaian yang memiliki kewibawaan, karena bendera Rasulullah berwarna hitam yang dinamai Al-Iqab.” (An-Nihayah fil Malahim)

Dari Abdullah bin Al-Haris ra katanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda : “Akan ada orang-orang yang keluar dari sebelah Timur, lalu mereka mempersiapkan segala urusan untuk Al-Mahdi, yakni pemerintahannya.” (HR. Ibnu Majah & At-Tabrani)

Pemerintahan Al Mahdi dipersiapkan terlebih dahulu oleh Orang yang keluar dari Timur yaitu Bani Tamim. Maulana Ilyas memulai membangun pemerintahan usaha dakwah dari tahun 1920an sehingga hampir seluruh negara yang ada didunia sudah ikut serta dalam pemerintahan yang sedang dinanti. Kurang lebih 240 negara sudah ikut ambil bagian dalam pemerintahan ini. Amerika, Jerman bahkan Israel sendiri sudah ikut serta dalam pemerintahan usaha dakwah.

Maulana Umar palanpuri menyampaikan dalam sebuah bayannya,

Sebuah mobil yang sudah ditinggalkan oleh pemiliknya yaitu di Tanah Arab. Mobil tadi sudah rusak dan tidak bisa digunakan dan mobil yang sudah rusak ini telah diseret dengan perlahan dan dipindahkan ke India. Setelah mobil ini sampai di India, mobil ini mulai diperbaiki dengan baik. Sehingga bisa berjalan dengan baik kembali. Mobil ini sudah bagus dan cantik. Seandainya mobil ini diminta kembali oleh pemiliknya maka kami pun dengan senang hati akan mengembalikannya kembali. Ini sebuah bukti nyata bahwa panji-panji pemerintahan usaha dakwah ini akan dikembalikan kepada Al Mahdi
Terbukti Jamaah yang paling banyak sekarang di India adalah jamaah Arab.
Setiap tahun ganjil para masyeikh kita mereka datang untuk menunaikan haji. Ditahun ini 1433 H, dimana tulisan ini dibuat. Para masyeikh dakwah sedang menunaikan ibadah haji. Dalam rangka menunggu peristiwa besar yang mungkin sebentar lagi ada didepan mata kita.

Dari Sauban r.a dari Rasulullah saw beliau bersabda: “Akan muncul dua kumpulan dari umatku yang kedua-duanya dipelihara Allah dari neraka; satu kumpulan yang berjihad/berdakwah di India dan satu kumpulan lagi yang akan bersama Nabi Isa bin Maryam as.” ” (HR. Nasai dan Ahmad)

Sumber : http://megachannelz.com/maulana-ilyas-yang-berketurunan-bani-tamim-adalah-lelaki-dari-timur-pemegang-panji-panji-al-mahdi/

Friday, January 1, 2016

4 Kefahaman para Sahabat Nabi R.A hum

4 Kefahaman para Sahabat radhiallahu'anhum,
Sehingga para sahabat r.anhum sukses dunia dan akhirat.

1. Dirinya, Hartanya dan Waktunya bukan miliknya tapi milik Allah SWT yang menciptakannya. Sehingga menggunakanya hanya untuk menuruti kehendak Allah SWT.

2. Kesuksesanya hanya didalam mengikuti sunnah Rosulullaah SAW. Sehingga seluruh kehidupannya didalam Imaniyah 'ubudiyah mu'amalah mu'asyarah dan akhlaqnya tidak ikut cara barat, cara timur maupun cara nenek moyangnya tetapi hanya ikut cara Rosulullaah SAW

3. Memahami mana maksud hidup mana keperluan hidup.
Maksud hidup yaitu menyempurnakan Agama dalam kehidupanya dan kehidupan seluruh manusia.
Keperluan hidupnya adalah makan minum, pakaian, perumahan, kendaraan dan perkawinan. Sehingga bersungguh - sungguh didalam mengusahakan maksud hidup dan sederhana dalam keperluan hidupnya.

4. Memahami mana kawan dan mana lawan. Sehingga tidak tertipu dengan kehidupan dunia. Orang beriman tidak akan pernah menipu dan tidak akan pernah tertipu karena sesungguhnya dunia adalah penipu yang ulung dan syaithon adalah musuh yang nyata. Cinta dunia adalah sumber dari segala keburukan. Cinta kepada kehidupan akhirat adalah sumber dari segala kebaikan.

Jika umat saat ini memiliki kefahaman seperti kefahaman sahabat radhiallahu'anhum maka umat inipun akan mengalami kesuksesan dunia dan akhirat.

Insya Allah kita niat dan berusaha untuk mengamalkannya.

لا إله إلا الله محمد رسول الله

Tuesday, December 29, 2015

Ringkasan bayan Masyaikh Dakwah Tabligh

🌕 BAYAN NASEHAT

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Saya akan menuliskan nasehat2 yang di ambil dari perkataan-perkataan Ulama Masyaikh kita pada saat ada perkumpulan ummat muslim afrika selatan di Universty Darul Uloom Zakariyya, yang di adakan sekitar 4 bulan yang lalu pada tanggal 09 sept 2013...

Sebagai berikutlah nasehat - nasehat para Ulama Masyaikh :

1. "Imaan banega Dawat se, pakegaa Qurbaani se, bachegaa Maahol se aur fhelegaa Hijrat se"

(Imaan will be made by giving Dawat, it will ripen by giving sacrifices, it will be safeguarded by creating a conducive environment and it will spread through movement and migration).

Iman akan terbentuk/meningkat dengan cara da'wah, Iman akan matang dengan pengurbanan, Iman akan terjaga dengan membuat lingkungan yang kondusif dan Iman akan mnyebar melalui pergerakan dan hijrah.

2. "Dunya ke kaam me asal haw jaana he (jaw bhe kare koi haraj nahe, haw jaanaa asal he) Aur Deen ke kaam me khood karna asal he, haaw jaanaa kaafee nahee he"

(In worldly things, the main thing is the work must get done, no matter who does it, but in Deeni work: you have to do it yourself!!! If others do it, it is not sufficient!!! You have to do it yourself!!!)

Dalam urusan dunia, hal terpenting adalah bagaimana suatu pekerjaan bisa dikerjakan dan beres, tidak peduli siapa yang mengerjakannya, akan tetapi dalam usaha agama, kamu mesti melakukannya sendiri, jika orang lain mengerjakannya, itu tidak cukup! Kamu mesti mengerjakannya sendiri!!

3. "Dunyawalo ki nazar me Kaarguzaari pasand aajana asal nahi hai balke Allah ki nazar me pasand aajaana asal ha"

(For ones kaarguzaari to be pleasing to the people of the world is not the actual purpose, the actual thing is for it to be pleasing to Allah Ta'ala).

Bagi siapa yang memberikan laporan/karguzari untuk menyenangkan manusia di dunia ini, maka ketahuilah bahawa ini bukan tujuan yang sebenarnya, maksud terpenting adalah untuk menyenangkan Allah SWT.

4. "Kaam ki hifaazat apni jawan ladki se zyada karo"

(Protect the work more than you would protect your youngest child).

Jagalah kerja da'wah ini lebih dari kamu menjaga anak terkecilmu!

5. “Allah say Kaam ki Basirath maangna chahiye”

(We should ask Allah for understanding of the work).

Kita mesti selalu berdoa kepada Allah SWT agar diberi kefahaman tentang Usaha Da'wah ini.

6. "Raahato se kufr felta hai aur Takleefo se Islam felta hai"

(Kufr spreads through ease and comfort and Islam spreads through difficulties and sacrifice).

Kekafiran menyebar melalui kelezatan dan kemudahan dan ISLAM menyebar melalui kesusahan-kesusahan dan pengurbanan.

7. "Saadghi Sunnat ki taraf le jaati hai aur fashion Haraam ki taraf le jaata hai"

(Simplicity leads a person towards the Sunnah whilst fasion leads a person towords Haraam).

Kesederhanaan akan membawa seseorang kepada Sunnah, sedangkan mengikuti model/fashion akan membawa manusia kepada hal-hal yang diharamkan.

8. “Jahalat ka muqaabla Akhlaq say karo”

(Combat ignorance with good character).

Lawanlah kejahilan dengan akhlaq yang baik.

9. “Burai ko Bhalai say duur karo”

(Eradicate evil by means of adopting goodness).

Hapuskan kejahatan dengan mengamalkan kebaikan-kebaikan.

10. “Ye Kaam wasila hai, asal Kaam Sunnat aur Shariah pay chalna hai, jaisay Wuzu wasila hai Namaz ka”

(The work of Tabligh is a means, while the important work is to follow the Sunnah and Shariah, just as doing Wudhu is a means for performing Salaah).

Kerja da'wah Tabligh adalah alat, sedangkan intinya adalah bagaimana kita mengamalkan Sunnah dan Syariat dalam hidup kita, seperti halnya Wudhu sebelum shalat, merupakan alat atau sarana/syarat untuk mengerjakan shalat.

11. “Kaam may Quality hona chahiye, Quantity nahi”
(There should be quality in work, not quantity).

Kerja da'wah mesti memperhatikan kualitas dan bukan jumlah/kwantiti.

12. “Deen may jitni Khobi paida ki jaasakti hai, karna chahiye”

(We should try to achieve the highest possible level in Deen).

Kita mesti mencoba untuk mencapai makom tertinggi di dalam agama ini.

13. “Apnay sathi kay andar Sifaat lana, bahut bari zimmedaari hai”

(Instilling noble qualities in our Saaties is a very great responsibility).

Mencoba untuk menanamkan sifat-sifat yang mulia secara bertahap pada para pekerja da'wah kita adalah merupakan tanggung jawab kita dalam kerja ini.

14. “Jiskay paas Taqwa hai, unka kaam Khubool hoga”

(Who has fear of Allah, only their work is accepted).

Siapa yang memiliki rasa takut kepada Allah, maka kerja merekalah yang akan diterima oleh Allah SWT.

15. “Wasail ko ikhtiyaar karna hai taakay Asal tak pahunch jaaye, agar Wasail may hi pas jayengay toh phir Deen ek Rasam banjayega, jo sirf dikhanay kay khabil hoga”

(We should adopt means (the effort of Tabligh) to reach the target (following the Sunnah and the Shariah), if we just follow means, then Islam will become ritual, which will just be for showing others).

Kita mesti gunakan kerja Tabligh ini sebagai sarana untuk mencapai Target, yaitu mengikuti Sunnah dan Syariat, jika kita hanya mengikuti sarana/alat maka Islam akan hanya menjadi ritual/kebiasaan yang hanya bertujuan untuk ditunjuk-tunjukan kepada orang lain.

16. “Hamaray pass Sachai hai, dikhawa nahi, isi ki Insha-Allah Allah tareef karega”

(We have the truth, not showing off. Allah Ta’ala will Insha-Allah praise this).

Kita mempunyai kebenaran (keihlasan) dan bukan untuk pamer, maka Allah SWT akan menghargai perkara ini.

17. “Kaam phaylana alag hai, aur Jaan padna alag hai, hamay Kaam may Jaan chahiye. Hazrat Muaawiya Radhiallahu Anhu kay zamanay may Deen khoob phela, lekin Umar Radhiallahu anhu kay zamanay may Jaan thi. Hamaray kaam may Jaan ho”

(Spreading the work is a different thing and developing potential in the work is a different thing. In the time of Hazrat Muaawiya Radiallahu anhu, Islam spread very much. But in the time of Umar Radiallahu anhu there was potentiality. We need potential in the work).

Menyebarkan dan mengembangkan potensi kerja ini adalah 2 perkara yang berbeda, di zaman Hazrat Muawiyah R.A, Islam menyebar dengan hebat, tapi di zaman Hazrat Umar R.A terdapat potensi. Kita memerlukan potensi dalam kerja ini.

18. “House may Paani jaha say jaata hai, waha Mehnat karna chahiye”

(AThe place where water leaks from the tank, we have to work on that part).

Di mana tempat yang ada kebocoran air dari dalam tangki air maka kita mesti bekerja pada bagian ini.

Afwan ini yg panjang

19. “Doh mahinay isliye hai, ke sathi apna Kaam Basirath kay sath karay”

(One should spend two months in the Markaz, so that one can do the work with understanding).

Seseorang mesti melapangkan waktu 2 bulan di markaz (Nizamuddin) sehingga dia bisa melakukan kerja dengan kefahaman.

20. “Doh mahinay Dawat aur Khidmat kay liye hai” (The two months are for giving Dawah and to serve).

2 bulan di Markaz Nizamuddin adalah untuk memberi da'wah dan khidmat.

21. “Yaha loug Kaam samajnay aatay hai, toh unko samhalnay waalay chahiye”

(People come here to understand the work, so we need people to serve them).

Orang-orang datang kemari (Markaz Nizamuddin) untuk belajar memahami kerja ini, maka kita memerlukan orang-orang yang melayani mereka (kihdmat).

22. “Jab logoun ko Kaam samjao gay, toh nusrath paida hogi Deen ki”

(When you will teach the people about the work of Tabligh, then they will also help in serving the Deen).

Bila kamu mengajarkan orang lain tentang kerja da'wah tabligh, maka mereka juga akan membantu berkhidmat kepada agama.

23. “Kaam waha accha hoga jaha koi poochnay wala nahi”

(The work will be done better there, where people don’t even ask you).

Kerja ini akan dikerjakan dengan lebih baik di sana di mana tidak seorang pun meminta kamu untuk mengerjakannya.

24. “Mehnath maqsad kay liye hoti hai, Mehnath mehnath kay liye nahi hoti. Tabligh chalnay phirnay kay liye nahi, Deen ko zindagi may laanay kay liye hai”

(The work is done to achieve a purpose; work is not done just because we have to work. Tabligh is not just for moving here and there, it is to bring Deen in our lives).

Kerja ini dikerjakan untuk mencapai tujuan, kerja ini bukan dikerjakan hanya kerana kita mesti mengerjakannya. Tabligh bukan cuma bergerak kesana kemari.

25. “Kaam ho na ho, Ummat phatna nahi chahiye”

(Even if the work of Tabligh is not done, one shouldn’t divide the Ummah).

Bahkan jika kerja Tabligh tidak dikerjakan/beres, seseorang tidak boleh memecah belah Ummat.

26. “Bayroon ka safar Shouk kay liye math karo, warna Jamath tut jaye gi”

(Do not travel to foreign countries just for interest sake, else the Jamaat will break up).

Jangan bersafar ke negeri jauh/luar negeri untuk tujuan kepentingan tertentu, kalau begini tujuannya maka Jamaah akan pecah.

27. “Suin laakon logon ko kapra pehna ti hai, lekin khud nangi hoti hai”

(A needle helps in clothing hundreds of thousands, but it itself is naked) (Practice what you preach).

Sebuah Jarum menolong untuk memberi pakaian kepada ratusan bahkan ribuan orang, tetapi dia sendiri telanjang.

(Maksudnya, kerjakan apa yang kamu da'wahkan ke orang, jangan macam jarum tadi).

Amalan yg Sulit menurut Ali RA

Amalan yg Sulit

ﻋﻦ ﻋﻠﻲّ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠّﻪ ﻋﻨﻪ ﺇﻥَّ ﺃﺻْﻌَﺐَ ﺍﻷﻋْﻤﺎﻝ ﺃﺭﺑﻊُ ﺧِﺼﺎﻝ : ﺍﻟﻌَﻔْﻮُ ﻋِﻨﺪ ﺍﻟﻐﻀَﺐِ ﻭﺍﻟﺠُﻮﺩُ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﻌُﺴْﺮﺓ ﻭﺍﻟﻌِﻔَّﺔُ ﻓﻲ ﺍﻟﺨَﻠْﻮَﺓ ﻭﻗَﻮﻝُ ﺍﻟﺤﻖِّ ﻟِﻤَﻦْ ﻳﺨﺎﻓُﻪ ﺃﻭْ ﻳﺮْﺟﻮﻩُ

Sayyidina 'Ali Ra mengatakan bhw amal yg paling sulit itu ada 4 yaitu :
1. Memberi ma'af ketika marah
2. Bermurah hati ketika faqir
3. Memelihara diri dari perbuatan haram ketika berada ditempat yg sepi
4. Mengatakan sesuatu yg haq kpd org yg ia takuti atau yang harapkan kebaikannya
Penjelasan
.1 Lari dari kebiasaan itu sangat sulit dan memerlukan perjuangan yg berat terutama meninggalkan adat dan pembawaan sifat dasar manusia, seperti sifat dasar manusia itu ingin selalu melampiaskan kemarahan dan dendam manakala kita marah
2. Diantaranya ada 4 hal yg sangat sulit, kalau tidak didasari iman
.1 Memberi ma'af ketika marah.
Sebb ketika seseorang marah maka yg dominan dalam dirinya adalah nafsunya dan pengendalinya adalah setan
2. Bermurah hati ketika faqir.
Dalam suasana fakir, jangan2 membantu orang lain, utk diri sendirinya saja sangat sulit
3. Memelihara diri dari perbuatan haram ketika berada ditempat yg sepi.
Kalau bukan kerena punya Iman mereka akan aman dari penglihatan manusia
4. Mengatakan sesuatu yg haq kpd org yg ia takuti atau yang harapkan kebaikannya, Siapakah yg berani menegur seseorang yg berbuat salah, jika orang itu sangat ditakuti atau selalu bebuat baik kpd kita ?
ﻭﺍﻟﻠّﻪ ﺍﻋﻠﻢ ﺑﺎﻟﺼّﻮﺍﺏ
Nashoihul'ibad hal 29
Kamis 17 Des 2015,oleh:
KH. Khodamul Quddus

Wednesday, June 18, 2014

Empat hal yang diperbanyak dalam khuruj fii sabilillah

Diantara empat hal yang diperbanyak dalam khuruj fi sabilillah (keluar di jalan Allah) antar lain=

1. Da'wah ilallah, mengajak manusia taat kepada Allah, bukan mengajak kepada golongan, organisasi ataupun patai.

2. Ta'lim wata'lum, belajar dan mengajakan ilmu agama

3. Dzikir wal ibadah, menjaga amalan yang wajib dan sunnah

4. Khidmat, senantiasa melayani orang lain tanpa mengharap dilayani. Tidak meminta sumbangan tetapi membawa bekal sendiri.

Insya Allah niat amal dan menyampaikan.