Wednesday, June 18, 2014

Empat hal yang diperbanyak dalam khuruj fii sabilillah

Diantara empat hal yang diperbanyak dalam khuruj fi sabilillah (keluar di jalan Allah) antar lain=

1. Da'wah ilallah, mengajak manusia taat kepada Allah, bukan mengajak kepada golongan, organisasi ataupun patai.

2. Ta'lim wata'lum, belajar dan mengajakan ilmu agama

3. Dzikir wal ibadah, menjaga amalan yang wajib dan sunnah

4. Khidmat, senantiasa melayani orang lain tanpa mengharap dilayani. Tidak meminta sumbangan tetapi membawa bekal sendiri.

Insya Allah niat amal dan menyampaikan.

Thursday, November 28, 2013

Sifat Sifat Dai

Diantara sifat sifat yang seharusnya ada pada dai antara lain:

1. Mahabah kepada seluruh makhluk.
Kasih sayang kepada seluruh umat dan membenci kemungkaran dan kemaksiatan bukan membenci pelakunya.

2. Semangat rela berkorban harta dan diri untuk agama.
Harta, diri dan waktu kita bukan milik kita, tetapi milik Allah swt. Allah swt hanya meminta sedikit saja untuk ditukar surga.

3. Selalu ishlah diri yang berdampak orang lain mau mengishlah diri.

4. Ikhlas semata mata mengharap ridho Allah swt. Dengan istiqamah hakekat ikhlas akan terwujud dalam diri kita.

5. Beristighfar setiap selelsai beramal. Dengan istighfar akan disempurnakannya amal dan asbab diterimanya doa.

6. Sabar setiap menghadapi ujian.

7. Menisbatkan diri hanya kepada Allah swt

8. Tidak berputus asa dalam setiap kegagalan.

9. Tabah seperti unta. Tidak mengeluh walaupun diberi beban berat.

10. Tawadhu seperti bumi. Diinjak, dikotori, dan dibakar, tetapi bumi masih memberikan kebaikan.

11. Tegak dan teguh seperti gunung. Berpendirian yang kokoh dan tidak mudah terpengaruh oleh suasana dan keadaan.

12. Berpandangan luas seperti langit. Dan berwawasn luas bahwa diatas langit masih ada langit. Bercita cita kampung akherat.

13. Istiqomah seperti matahari. Selalu bergerak dan memberi manfaat tanpa pernah meminta imbalan.

Wednesday, November 27, 2013

Asas Asas Dakwah 'Ala Minhajun Nubuwwah

Diantara asas asas dakwah yang dirumuskan Masyaikh ahli dakwah yang harus dipahami oleh para pekerja dakwah diantaranya:

1. Infiradi (amalan pribadi) dengan Ijtima'i (amalan berjamaah) bukan pertemuan besar besaran.

2. Risau (resah dengan kondisi umat dan berharap hidayah), bukan pikir tinggi tinggi.

3. Gerak (qadam) bukan tulisan (qalam)

4. Persatuan (ittihad) bukan perpecahan (ikhtilaf)

5. Amar ma'ruf (mengajak kebaikan didahulukan) bukan nahi mungkar (kemungkaran akan hilang jika yang haq ditegakan)

6. Musyawarah (syura), bukan perintah (amar)

7.Senyap-senyap (istisar) bukan propaganda (isytihar)

8. Kabar gembira (tabsyir) bukan kabar buruk (tanfir)

9. Perdamaian (marhamah) bukan peperangan (ammarah)

10. Ringkas (ijmal) bukan mendetail (tafsil)

11. Akar (ushul) bukan ranting (furu')

12. Rendah hati (tawadhu) bukan sombong (ananiah)

13. Diri sendiri (jaan) bukan harta (maal)

Thursday, November 14, 2013

Keadaan keadaan akan baik asbab iman dan amal shaleh

Allah swt adalah yang menguasai segala keadaan dan segala suasana. Baik ataupun buruknya suatu keadaan adalah bergantung dan berhajat kepada Allah.

Jika manusia memiliki iman dan amal shaleh, maka Allah swt akan buat keadaan keadaan yang menyertai manusia menjadi keadaan keadaan yang baik. Allah swt kuasa melimpahkan keberkahan baik dari langit, maupun dari bumi.

Sebaliknya jika manusia tidak ada iman atupun amal shaleh, Allah swt akan buat keadaan keadaan manusia menjadi susah dan penuh penderitaan. Walaupun secara dzahir kelihatannaya gembira, tetapi yan terjadi sebenarnya adalah bencana.

Allah swt tidak akan merubah keadaan buruk suatu kaum apabila mereka tidak berusaha memperbaiki keadaan iman dan amal mereka. 

Fieman Allah swt yang artinya:
"Sesungguhnya Allah sekali kali tidak akan mengubah esuatu nikmat yang dianugrahkan Nya kepada suatu kaum, hingga kaum itu mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri."
(QS Al Anfal 53)

Jika manusia mau merubah dirinya untuk taat kepada Allah swt, maka Allah swt akan memudahkan segala keperluannaya. Sebagaimana firman-Nya:

"Jika seandainya penduduk - penduduk negeri negeri itu beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannaya"
(QS Al A'raf 96)

Saudaraku,
tidak ada jalan lain hari ini, untuk memperbaiki keadaan keadaan kita selain kita berusaha memperbaiki iman dan amal kita melalui usaha dakwah 'ala minhajinnubuwwah (dakwah diatas jalan Nabi). Siapkan diri dan harta kita untukusaha perbaikan ini. Dengan begitu kita tidak termasuk orang orang yang rugi.

Allah swt berfirman,
"Telah nampak kerusakan di muka bumi ini, di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia. Supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali ke jalan yang benar."
(QS Ar Ruum 41)
"


Monday, November 11, 2013

Usaha usaha kaum primitif

Saat ini orang orang condong pada usaha orang orang primitif, bahkan usah orang orang yang dilaknat oleh Allah swt. Diantara usaha usaha tersebut adalah:

Usaha rancang bangun dengan teknologi tinggi sebagaimana kaum Tsamud.

Teknologi pertanian sebagaimana kaum Saba'

Usaha perdagangan sebagaimana kaum Nabi Syuaib as

Usaha meimbun kekayaan sebagaimana Qorun

Usaha pangkat dan jabatan sebagaimana Haman

Usaha melestarikan kekuasaan dan politik sebagaimana Firaun

Usaha atas kaum mayoritas sebagaimana kaum Nuh as

Usaha memperkuat fisik sebagaimana kaum 'Ad

Usaha dan bisnis syahwat sebagaimana kaum Nabi Luth as

Usaha perdukunan dan sihir sebagaimana kaum Nabi Musa as

Usaha pengobatan sebagaimana kaum Nabi Isa as

Usaha usaha filsafat dan syair syair jahiliyyah untuk menandingi Al Quran.

Mereka lebih meyakini usaha usaha tersebut akan mendatangkan kejayaan dari pada usaha yang dibuat Rosulullah saw. Padahal tidak ada jaminan dari Allah swt dibalik seluruh usaha kaum primitif yang telah dibinasakan.

Untuk memenuhi kebutuhan manusia, hendaknya berikhtiar, tetapi sedikitpun tidak bleh yakin bahwa asbab itu yang mendatangkan kebahagiaan dan kejayaan.

Kejayaan hanya pada perintah Allah dan Rosul Nya. Yakin terhadap asbab adalah syirik. Cacat dalam ikhtiar berarti cacat dalam sunnah, sedangkan cacat dalam tawakal berarti cacat dalam iman.

Bukan berarti tidak boleh berusaha, tetapi tidak boleh yakin bahwa dengan usaha itu akan mendatangkan kesuksesan dunia akherat. Rosulullah saw mengajarkan kepada umatnya untuk produktif. Jangankan berbuat, berkata sia sia pun dilarang tanpa ada kompensasi pahala.

Rosulullah saw bersabda, "Diantara tanda baiknya keislaman seseorang adalah ia meninggalkan sesuatu yang tidak berguna baginya (baik perkataan maupun perbuatan)
(Hr. Tirmidzi)


Friday, November 1, 2013

Maksud dan Tujuan Hidup Manusia

Manusia yang tidak memiliki maksud dan tujuan yang benar, tentu jalan hidup yang ditempuh pun tidak benar. Jika manusia mengetahui maksud dan tujuan hidupnya, maka meskipun ia sedang tersesat suatu saat ia akan mengetahui jalan mana yang seharusnya dia tempuh. Tetapi orang yang sama sekali tidak mengetahui atau bahkan tidak ingin memahami, maka akan sulit sampai ke tujuan.

Diantara maksud dan tujuan hidup manusia antara lain:

1. Beribadah

Allah SWT berfirman yang artinya: 
"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku" (Qs adz Dzariyat 56)

2. Sebagai Khalifah

Allah SWT berfirman yang artinya:
"Mereka (para malaikat) bertanya: 'Mengapa Engkau hendak menjadikan kholifah di muka bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa memuji Engkau dan mensucian Engkau'. Allah SWT berfirman 'Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidk kamu ketahui'"
(Qs. al Baqarah 30)

3. Pewaris Kerja Nabi

Rosulullah SAW bersabda:
"Rahmat Allah kepada khalifah-khalifahku". Seseorang bertanya, " Siapakah khalifah khalifahmu?" Beliau SAW bersabda, " Mereka yang mencintai (menghidupkan) sunnahku dan mengajarkan kepada hamba hamba Allah SWT
(Hr Abdilbar)

Setelah masuk Islam, Abu Bakar ra. bertanya, "Ya Rosulullah, saya telah masuk Islam, apa yang selanjutnya saya lakukan?". Lalu Rosulullah SAW menyampaikan salah satu ayat:

"Katakanlah (hai Muhammad), inilah jalan (maksud hidup) ku. Aku dan orang yang mengikutiku, mengajak kepada (agama) Allah dengan hujjah yang nyata (dengan penuh keyakinan), Maha Suci Allah dan aku tidak termasuk orang-orang yang musyrik. (QS. Yusuf : 108)

Monday, October 28, 2013

Mewujudkan Dakwah Nubuwwah

Ada beberapa hal yang perlu dilakukan didalam mewujudkan kerja Nubuwwah (kerja dakwah warisan para Nabi). Hal yang pertama adalah memberangkatkan jamaah sebanyak banyaknya untuk khujruj fii sabilillah. Seluruh kaum muslimin dilibatkan dalam kerja, tanpa memandang madzhab, memandang status sosial ataupun pekerjaan. Seluruh kaum muslimin hendaknya dilibatkan, baik ulama maupun orang awam.

Dalam kerja ini, semua orang mengambil manfaat. Ulama dapat mengajarkan ilmunya, orang awam akan belajar ilmu agama, orang kaya akan mempergunakan hartanya dijalan Allah, para pekerja akan meluangkan waktunya untuk agama, para pelajar juga ikut ambil bagian. Intinya semua orang dapat ikut ambil bagian dalam kerja dan mengambil manfaat darinya. Kerja ini dilakukan untuk maksud li i'laikalimatillah, meninggukan kalimah Allah SWT dan mensyiarkan Islam

Yang kedua, hendaknya senantiasa menjaga hubungan dengan jamaah dan berhubungan dengan markas-markas dakwah. Ibarat ranting kecil yang masih terhubung dengan pohon besar, maka ranting itu akan senantiasa hidup, menumbuhkan daun, buah ataupun bunganya. Namun jika ranting atau cabang tetapi tidk ada hubungan dengan pohon besar, maka lama kelamaan akan mengering.

Untuk memelihara kerja dakwah, usaha adat istiadat maupun teknologi tidak mutlak diperlukan. Seperti penggunaan media masa, media elektronik maupun media sosial lainnya. Hendaknya diantara jamaah saling bertemu bertatap muka dan bersilaturahmi meskipun tempat mereka saling berjauhan. Silaturahmi dilakukan antar daerah, antar kota dan antar negara, karena Islam sebagai rahmatan lil 'alamin (rahma bagi seluruh alam.

Yang ketiga, meningkatkan kerja dakwah dengan pengorbanan dan meningkatkan pengorbanan harta, diri dan waktu kita untuk agama. Hal tersebut dapat kita laukan dalam khuruj fii sabilillah selama tiga hari setiap bulan, empat puluh hari dalam setahun, dan minimal empat bulan selama hidup. Jumlah tersebut berhubungan dengan 10 % waktu kita. Selain meningkatkan pengorbanan, juga tidak kalah penting yaitu meningkatkan kesabaran dalam menjaga istiqomah kerja. Jika diperlukan, kerja dakwah harus diutamakan dri pada urusan keduniaan kita.

Syarat untuk meningkatkan kerja agama adalah yang pertama, pemahaman yang benar. Hendaklah kita meyakini hanya dengan kerja dakwah ini, Allah SWT akan menyelesaikan seluruh permasalahan hidup baik usrusan dunia maupun akherat. Dengan ijtima' kerja, bekerja sama dalam kerja dakwah bukan bekerja bersama sama, kita wujudkan kerj dakwah.

Ijtima' akan terwujud jik kita mengutamakan sifat:
1. Lemah lembut dan kasih sayang dintara manusia
2. Saling memaafkan
3. Bermusyawarah
4. Istikhlas

Apa bila syarat ini terwujud, Insyaallah Allah SWT akan memberikan tiga jaminan, yaitu:
1. Allah SWT akan menyatukan umat
2. Allah SWT akan menampakan kesan dakwah ini keseluruh alam
3. Keberkahan doa akan datang

Rosulullah SAW bersabda:
"Tidak beriman seseorang sampai ia memiliki sifat kasih sayang (diantara manusia) kepada sesamanya." Sahabat mengatakan: " Ya Rosulullah kami telah memiliki kasih sayang", Roaulullah SAW menjelaskan: " Yang dimaksud mengasihi itu bukan sekedar kasih sayang terhadap sahabat karib saja, tetapi kasih sayang kepada seluruh umat"

Rosulullah SAW bersabda:
"Barangsiapa yang tidak menyayangi manusia, maka Allah SWT tidak akan menyayanginya."
(HR Bukhari - Muslim)